Kamis, 29 April 2010
Untuk menuju jalan kesuksesan, dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Dan dari kalangan aktris di Korea Selatan, pengorbanan meniti ketenaran menyimpang dari etika moral. Berdasarkan survey yang dilakukan, hampir 60% aktris Korsel dipaksa ngeseks untuk menjamin karir mereka. Laporan itu berdasarkan survei yang dirilis Komnas HAM Nasional Korsel pada Selasa, 27 April 2010 lalu. Tahun lalu, Komnas HAM melakukan survei terhadap 111 aktris lama dan 240 aktris baru. Dari survei itu, sekitar 60 persen responden melaporkan telah mendapat rayuan seksual dari orang-orang yang bisa mempengaruhi karir mereka. Rayuan itu datang dari para pengusaha kaya, para produser program televisi, produser film dan politikus yang disampaikan melalui kolega, pejabat agensi dan broker-broker. Atas pertanyaan spesifik yang diajukan Komisi HAM Nasional, 22 persen aktris yang diwawancara mengaku mereka pernah ‘dipaksa atau diminta’ oleh agen-agen mereka untuk memberikan kenikmatan seksual. Sedangkan lebih dari enam persen mengaku pernah mengalami kekerasan seks. Survei ini dilakukan untuk membangkitkan kesadaran publik akan praktek-praktek pemaksaan seksual yang dialami para aktris. Apalagi sejak peristiwa bunuh diri seorang aktris cantik Korsel tahun lalu. Jang Ja-yeon bunuh diri setelah mengisyaratkan dirinya telah dipaksa berhubungan seks dengan seorang figur berpengaruh guna memajukan karirnya. Mennindaklanjuti survei itu, pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan membuat undang-undang (UU) guna melindungi para aktris di negeri itu. UU baru tersebut akan melindungi para aktris dari praktek pelecehan seksual bahkan pemerkosaan yang kerap dialami mereka. Seorang pejabat Kementerian Budaya Korsel mengatakan, seperti dilansir AFP, Kamis (29/4/2010), UU tersebut akan mengatur aturan tegas mengenai pendirian agensi-agensi hiburan. Agensi yang tidak terdaftar akan ditutup. “Pemerintah akan membuat UU tahun ini jika memungkinkan, untuk melindungi hak-hak mereka (aktris),” kata pejabat Korsel yang minta dirahasiakan jati dirinya tersebut. Bagaimana dengan di negara kita, mudah-mudahan kasus seperti itu tidak ada di dunia hiburan Indonesia.
Dampak perselingkuhan Kridayanti dengan Raul Lemos masih berbuntut panjang. Setelah sebelumnya Ata, istri daripada Raul angkat bicara mengenai sepak terjang KD dan Raul di belakangnya, kini muncul gosip bahwa KD tengah mengandung benih cinta dari Raul Lemos. Acara KD ke Australia diduga kuat merupakan proses pengguguran kandungan di dalam perutnya. Hal ini seperti yang diucapkan oleh Elsie Lontoh. Menurut kuasa hukum KD ini memang banyak pertanyaan seputar kabar kehamilan KD kepadanya. Namun dengan tegas Elsie membantah hal tersebut. “Kemarin sempat ada yang tanya kepada saya melalui telepon. Katanya benarkah KD menggugurkan kandunganya di Australia. Saya jawab, bagaimana mau gugurin hamil saja tidak.” ujar Elsie Lontoh kepada para awak media saat dihubungi melalui sambungan telepon Elsie sendiri merasa heran mengapa banyak pertanyaan miring seputar keberangkatan Krisdayanti ke negeri Kangguru tersebut. Menurutnya KD bersama Ibundanya hanya ingin liburan dan mencari suasan tenang saja di Australia. “ Saya juga heran kok banyak yang nanya aneh-aneh ke saya ya. KD kesana hanya pengen liburan saja kok gak ngapa-ngapin. Kasih dia kesempatan untuk menenagkan diri dong.” urai Elsie Lontoh dengan tegas Sumir memang apa penyebab mantan istri Anang Hermansyah ini memilih Australia menjadi tempat untuk menenangkan diri dari semua masalah yang dihadapi olehnya.
Label: Gosip Artis Terbaru, Hot Gosip terkini
Rabu, 21 April 2010
Nama Clara Adelin Supit alias Dewi Sartika kini menjadi pusat pembicaraan publik. Pasalnya mahasiswi cantik ini sedang ditimpa kasus penyebaran foto bugil. Foto Bugil Dewi Sartika ini bermula beredar di Facebook. Dari keterangan yang didapatkan, Foto Bugil Mahasiswa Binus Clara Adelin Supit ini disebarkan oleh sesorang yang bernama Joshua. Dijelaskan oleh ibu Dewi, selain berteman sejak kecil, Joshua kuliah di Trisaksi jurusan parawisata. “Saat ini belum ada pengakuan dari dia, namun kami siap memaafkannya,” katanya Pemasangan foto bugil di Facebook, Dewi Sartika (23),mahasiswi Bina Nusantara, Jakarta merupakan kapten cheer leader. Dalam Facebook-nya, warga Ciparigi, Kota Bogor ini menggunakan nama Clara Adheline Supit. Menurut Kasat Reskrim Polresta Bogor AKP Irwansyah, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pencemaran nama baik via Facebook ini. “Hari Senin mendatang kita akan kembali panggil korban,” ujarnya. Di Mapolresta Bogor untuk melaporkan kasus foto bugilnya yang di pasang di Facebook oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Dwi mengaku pernah di foto bugil dua tahun lalu saat masih kuliah di Binus di kamar kos-an.


